Mbawa adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa ini memiliki kodepos 84162


Tuhan tidak menjanjikan hari-harimu tanpa duka, kegembiraan tanpa penderitaan, tetapi ia sungguh menjanjikan kekuatan untuk menghadapi hari-harimu, penghiburan bagi air matamu, dan terang bagi jalanmu

Wednesday, April 4, 2012

Karawi D'ewa di Mbawa

Karawi D'ewa adalah salah satu acara ritual yang digunakan untuk melakukan komunikasi dengan arwah para leluhur. biasanya menggunakan mediasi yaitu orang-orang tertentu yang sudah belajar khusus tentang d'ewa dan terpilih. Mengapa saya bilang terpilih...? ini semata-mata karena memang ada banyak orang yang menempa ilmu untuk bisa melakukan D'ewa tetapi hanya sedikit yang bisa melakukannya makanya saya bilang orang terpilih. Sebelum melakukan karawi D'ewa biasanya disiapkan sesajen yaitu sebagai berikut:
  1. Pisang satu sisir
  2. Uang Logam sebanyak 4 Keping @ Rp. 500,-
  3. Daun sirih
  4. Pinang
  5. Padi popkor (karamba fare)
Setelah disiapkan bahan-bahan sesajen diatas, kemudian di tempatkan pada tiga buah pirig yang masing-masing:
Piring I : * Padi popkor
              *Daun sirih sebanyak 7 helai dan 5 helai
              * Pinang sebanyak 7 potong dan 5 potong

Piring II  * Padi popkor
              * Sirih 1 helai
              * Uang logam   sebanyak 4 Keping @ Rp. 500

Piring I dan II di  susun kemudian diletakkan pisang satu sisir di atasnya

Piring ke III: * Sirih 5 helai dan 3 helai
                    *  Pinang 5 helai dan 3 helai

Piring ke III ditetakkan secara terpisah.

Setelah sesajen lengkap, kemudian mediator duduk bersila  tenang di depan sesajen, menutup bagian kepalanya menggunakan kain dan memegang kain yang lain di kedua tangannya. barulah mediator membaca mantra dan sebagainya untuk memanggil roh nenek moyang. setelah roh itu masuk ke badan mediator barulah roh itu bisa berbicara dan  menasehati para keluarganya yang masih hidup (yang mengadakan ritual). bahkan keluarga yang mengadakan ritual ini bisa menannyakan keadaan keluarganya yang sudah meninggal. selesai acara ritual barulah sang mediator mengusap kepala dan muka para pengujung seraya mendoakan keselamatannya.


No comments:

Post a Comment

Setelah anda membaca postingan di atas, silahkan ketik komentar anda di bawah ini